Disneyland 1972 Love the old s
じょうけん 文
1.1 Kalimat Pengandaian Kalimat pengandaian adalah ungkapan yang menunjukkan suatu keinginan yang belum terpenuhi, namun pembicara bermaksud untuk melakukan hal tersebut.

Walaupun terkadang konteks kalimatnya seperti hanya impian atau angan-angan. Kalimat pengandaian juga menunjukkan suatu persyaratan.

Dalam bahasa Indonesia kalimat pengandaian atau kalimat bersyarat biasanya di ekspresikan dengan menggunakan ungkapan “jika/kalau/ andaikan…,maka…”.
Misalnya, Kalau harga baju itu murah, saya akan membelinya.

Contoh kalimat ini adalah kalimat pengandaian atau kalimat bersyarat yang menunjukkan pembicara ingin membeli baju tersebut, jika baju yang pembicara inginkan harganya murah.

Jika pada kenyataannya baju yang pembicara inginkan harganya mahal , maka pembicara tidak akan membeli baju yang sebenarnya pembicara inginkan.

Sedangkan kalimat pengandaian dalam bahasa Jepang menggunakan kata kerja atau kata sifat bentuk  (BA), bentuk たら (TARA), bentuk kamus ditambah (TO), atau menggunakan kata なら (NARA) .

1.2 Penggunaan Bentuk Kalimat Pengandaian Telah disebutkan bahwa penggunaan kalimat pengandaian dalam bahasa Jepang memiliki pola tertentu.

Dalam bahasa Indonesia kalimat pengandaian atau kalimat bersyarat biasanya diekspresikan dengan menggunakan ungkapan“jika/ kalau/andaikan…,maka…”.
Dalam bahasa Jepang menggunakan kata kerja atau kata sifat bentuk  (BA), bentuk たら (TARA), bentuk kamus ditambah (TO), atau menggunakan kata なら (NARA) .

1.2.1 Penggunaan Kata Kerja Bentuk
Penggunaan kata kerja bentuk kamus ke dalam bentuk yaitu jika kata kerja tersebut ditulis dengan huruf alphabet, maka akhiran diganti dengan えば.

Hal ini berlaku untuk semua kelompok kata kerja. Sedangkan untuk kata sifat I, tinggal mengganti akhiran menjadi ければ.

Perhatikan table berikut.
V ば Aい-ければ Aな-なら(ば) N-なら(ば) (ば)dan (なら) menunjukan syarat. (ば)digunakan untuk kata kerja (V) dan Adjektiva I, sedangkan (なら)digunakan untuk kata benda adjektiva Na. ~(ば)tidak dapat digunakan pada saat munculnya kata kerja yang menunjukan suatu aktivitas, misalnya kata kerja :
1. 2. 3.
話す 読む 来る 
 dan lain-lain, dan munculnya unkapan berikutnya yang menunjukkan niat yang kuat pada akhir kalimat. Tetapi dalam hal ini (なら)dapat digunakan. ~つもり です ~た ほうが いい です ~て ください ~う/よう と  思っています ~なさい ~て は いけません Pembentukan ~ば
だんどうし/kata kerja ~う/ golongan I Afirmatif Negatif (V)
ない なければ はなさなければ
話す 話せば
会う 会えば 会わなければ
うつ うてば うたなければ
帰る 帰れば 帰らなければ
書く 書けば 書かなければ
泳ぐ 泳げば 泳がなければ
休む 休めば 休まなければ
ある あれば あそばなければ
あそぶ あそべば あそばなければ
死ぬ 死ねば 死ななければ
だんどうし/kata kerja ~る/ golongan II Afirmatif Negatif (V)
Verb ない なければ
見る 見れば 見なければ
食べる 食べれば 食べなければ
Kata kerja tak beraturan/ golongan III Afirmatif
Negatif (V) ない なければ
する すれば しなければ
来る くれば こなければ
Kata Sifat dan Kata Benda Adjektiva Adjektiva Nomina
大きい 大きければ 大きくなければ
便利 便利なら(ば) 便利でなければ
雨なら(ば) 雨でなければ
Contoh : ·
ゆっくり 話せば、わかりま す。
Kalau bicaranya pelan saya mengerti.
·
ゆっくり 話さなければ、わか りません。
Kalau tidak bicara pelan saya tidak mengerti.
·
高ければ、買いません。
Kalau mahal tidak akan membelinya.
·
高くなければ、買います。
Kalau tidak mahal, akan membelinya.
·
お金がたくさんあれば、立っ てうちができます。
Kalau punya banyak uang, bisa membangun rumah.
·
お金がなければ、立ってうち ができません。
Kalau tidak punya banyak uang,tidak bisa membangun rumah.
·
その町が安全なら(ば)、行 きます。
Kalau kota itu aman, akan pergi.
·
その町が安全でなければ、行 きません。
Kalau kota itu tidak aman, tidak akan pergi.
·
いいじょうけんなら(ば) じゅぎょうに入ります。
Kalau kondisinya baik, akan masuk kuliah.
·
いいじょうけんでなければ、 じゅぎょうに入りません。
Kalau kondisinya tidak baik, tidak akan masuk kuliah.
1.2.2
Pola kalimat ini digunakan untuk menyampaikan pesan atau saran terhadap lawan bicara yang ditunjukan oleh V (kata kerja).pada bagian (~) digunakan ungkapan seperti:
(~ ましょう、~てください、~ が いい ですよ)dan lain-lain. (V bentuk kamus/Vない なら) penggunaannya dapat ditukar denganそれから.
Contoh :
·
パレンバン へ 行きたいと  思っています。
Saya bermaksud ingin pergi ke Hokkaido.

パレンバンへ 行く なら、飛 行機 が 便利 ですよ。
Kalau mau pergi ke Palembang dengan pesawat terbang praktis loh.
·
そんあに頭が痛いなら、この 薬がいいですよ。
Kalau sakit kepala seperti itu, obat inilah yang paling baik.
·
日本語が勉強したいなら、こ の日本語そほの本がかんたん ですよ。
Kalau ingin belajar bahasa Jepang, buku bahasa Jepang untuk pemula ini lebih mudah lho.
1.2.3
① Bentuk Syarat Formula:
Bentuk lampau biasa dari
[K. Kerja / K. Sifat-i / K.Sifat-na / K.Benda] + ら,
~Artinya: Kalau…, maka…
Dengan membubuhkan ら pada bentuk waktu lampau, terbentuklah anak kalimat persyaratan berupa sesuatu hal atau gerakan. Ini dipakai untuk menunjukkan kedudukan, opini, permintaan, keadaan, dll dari si pembicara di bawah persyaratan tersebut.

Contohnya:
a) b) c) d)